Selasa, 29 April 2014

Taman Tugu Pensil


Taman Tugu Pensil merupakan taman kota yang terletak di tepi/pinggir laut. Tugu Pensil merupakan sebuah monument simbolik yang menyatakan bahwa Kepulauan Riau telah meraih predikat sebagai daerah yang dapat membebaskan masyarakatnya dari buta aksara melalui suksesnya program Pemberantasan Buta Huruf (PBH) pada tahun 1960-an. Tugu ini dirancang oleh salah seorang Putra daerah bernama Ir.Nizar Nasir. Perletakan batu pertamanya dilakukan pada pertengahan tahun 1962 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Prof. Prijono pada masa itu. Di bawah tulisan Tugu Pensil tersebut terdapat semacam prasasti-prasasti sebanyak dua belas buah. Setiap prasasti berisikan satu pasal dari 12 pasal Gurindam 12, sebuah gurindam yang berisikan petuah melayu ciptaan Raja Ali Haji, bapak Bahasa Indonesia.
Risna, seorang pengunjung mengemukakan harapannya kepada pemerintah dan masyarakat setempat agar monument bersejarah ini selalu dijaga dan dirawat dengan baik. Karena selain pengunjung dari kota tanjungpinang sendiri, pengunjung dari luar pun banyak yang datang kesini.
“saya harap pemerintah maupun masyarakat yang datang kesini selalu memperhatikan kebersihan di sekitar Tugu Pensil ini. Mungkin untuk pemerintah kalau ada yang rusak segera di perbaiki. Soalnya pengunjungkan bukan dari tanjungpinang aja, tapi dari luar juga ada. Kan malu kalau dilihat kotor-kotor dan enggak terawat,” harapnya.

Tidak Pernah Lelah Demi Anak


TANJUNGPINANG-Dengan berjualan Koran panas- panasan bukanlah hal yang sulit bagi seorang ibu yang mempunyai 2 orang anak ini. Dia melakukannya setiap hari tanpa mengenal lelah untuk mencari sesuap nasi demi anaknya yang masih kecil. Sebut saja Bunga yang berusia (29) yang berjualan Koran demi anak- anaknya.
          “Saya sudah terbiasa dek, sudah kebal kulit saya sama pancaran matahari yang menyengat. Demi anak- anak, saya sanggup banting tulang untuk mencari sesuap nasi untuk mereka, ujarnya, Sabtu (19/4).
          “Cukuplah untuk makan kami jika koran yang saya jual sehari habis semuanya. Saya jualan koran disini dari jam 06.30 WIB sampai jam 16.00 WIb, kadang tidak tentu jugak saya pulangnya”, jelasnya, Sabtu (19/4).

Aksi Remaja Yang Meresahkan


TANJUNGPINANG-Para remaja yang selalu meresahkan daerah kijang dengan melakukan aksi balap liar dijalanan pada waktu malam hari semakin menjadi- jadi. Mereka kabanyakkannya masih ABG atau anak- anak sekolahan. Mereka melakukannya pada malam minggu sekitar pukul 23.00. ada yang menggunakan helm dan ada yang tidak menggunakan helm sebagai pengaman keselamatan mereka.
          “Mereka bukan taruhan bang, cuman ngetes- ngetes motor dan uji nyali saja. Mereka mau lihat motor siapa yang paling laju, bukannya taruhan uang bang”, ujar seorang abg yang nonton aksi balap liar, sabtu (19/4).
          “Yang seru lihatnya waktu ada yang jatuh bang, kemarin banyak yang jatuh ditikungan itu. Itu yang membuat jadi seru”, ujarnya (19/4). “Iya bang, malah  ada yang terguling- guling, kami langsung teriak dan tepuk tangan”, ujar temannya (19/4).

Trafick Light DiKm.14 Jarang Dipatuhi


TANJUNGPINANG-kebiasaan melanggar lampu merah masih saja sering kita lihat. Khususnya lampu  merah yang terletak di Km.14. Lampu merah yang terletak di Km.14 ini, sering kali di langgar oleh para pengendara. Khususnya pengendara sepeda motor.
Putra (28) mengaku “lampu merah di daerah ini memang jarang dipatuhi masyarakat. Ada sama tak ada lampu merah sama aja. mereka lebih memilih menunggu kendaraan yang mendapat giliran lampu hijau sambil mencuri kesempatan menyeberang dari pada menunggu giliran lampu hijau. Padahal kalau sering-sering dilanggar, pasti bakal terjadi kecelakaan”, ujarnya selasa (15/4).
Kebudayaan melanggar lampu merah seperti ini tentu saja sangat berbahaya dan dapat merugikan pengendara yang lain. Mestinya kita harus bisa mematuhi peraturan yang ada, demi menjaga keselamatan kita sendiri dan keselamatan orang lain.

Banyaknya Golput


TANJUNGPINANG-Masih banyaknya masyarakat kota Tanjungpinang yang tidak melakukan Pemilihan Umum. Padahal ini merupakan hak suara kita sebagai warga Negara yang baik. Ini juga merupakan sebagai cara untuk membuat suatu wilayah yang ada diindonesia menjadi baik dengan adanya seorang pemimpin didaerah kita.
          Seorang mahasiswa yang ada didaerah tanjungpinang mengatakan “Bukannya tidak mau ikut memilih, tapi banyak caleg yang sudah duduk dikursi pemimpin melupakan semua janji- janji yang mereka lontarkan ketika mereka belum menjadi anggota dewan, itulah yang membuat saya malas mau ikut memilih”, ujarnya, Rabu (9/4).
          “banyak kok kawan- kawan saya yang tidak ikut memilih, mereka muak sama semua janji- janji palsu yang telah mereka dapatkan. Begitupun saya saya malas mendengar semua janji- janji mereka” jelasnya, Rabu (9/4).

Jembatan Jadi Tempat Tongkrongan


TANJUNGPINANG-Jembatan sejatinya adalah tempat kendaraan menyeberang dari satu tempat ketempat lain. Tetapi terkadang jembatan beralih fungsi, seperti yang terjadi dijalan baru Km.8. Jembatan tersebut sekarang sering menjadi tempat tongkrongan anak- anak muda maupun orang tua yang sekedar ingin nongkrong atau berfoto- foto. Mereka memarkirkan kendaraan mereka disebagian badan jembatan. Keadaan tersebut bukan hanya akan membahayakan keselamatan mereka saja, tetapi juga para pengendara yang melewati jembatan tersebut. Karena berhubung jalan tersebut tidaklah terlalu luas, ditambah lagi pengendara harus berbagi jalan dengan setiap kendaraan yang diparkir di situ.
”Yah tempat parkir aja tak ada, jadi kami parkir disinilah, sore- sore gini asik aja duduk disini,” ujar Candra (19) Jum’at (4/4).
Eko(20) ”Saya sering lewat sini setiap hari, setiap sore jalan ini pasti padat sama motor orang- orang yang sukak duduk disini”, ujarnya, Jum’at (4/4).